Investasi Demi Masa Depan
Setiap tahun, sebagian besar kebutuhan hidup pasti meningkat harganya. Istilah teknisnya inflasi. Sebagai patokan, lihat saja biaya pendidikan, yang jika dicermati, selalu naik di kisaran 2-3 persen di atas tingkat inflasi rata-rata tahunan.
Inflasi tidak akan menjadi masalah jika pendapatan seseorang juga meningkat seimbang dengan kenaikan riil inflasi. Sayangnya, hal ini jarang dialami. Karena itu, orang perlu melakukan upaya untuk melindungi uangnya dari gerusan inflasi yang hampir pasti selalu terjadi.
Bagaimana caranya? Lakukan investasi. Cara ini paling manjur untuk “melawan” lonjakan inflasi. Investasi memberi manfaat jauh lebih maksimal dibanding menyimpan uang di lemari, atau bahkan menabung di bank.
Namun sebelum mulai berinvestasi, sangat disarankan bagi siapa pun untuk memastikan dulu tujuan investasi, yakni apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Kemudian, ketahuilah profil risiko diri sendiri. Cara termudah mengetahuinya dengan melihat usia. Semakin muda usia, orang cenderung semakin bertoleransi terhadap risiko tinggi.
Seorang investor yang baik dituntut untuk melakukan investasi dengan penuh komitmen dan rutin. Selain itu, jangan menggunakan dana sisa untuk investasi, tapi sisihkan dana tersebut di depan. Ingatlah bahwa setiap investasi juga mengandung risiko, sekecil apa pun itu.
Calon investor bisa memilih begitu banyak produk investasi yang tersedia. Namun secara garis besar, investasi bisa dilakukan di tiga instrumen, yakni real assets (properti, emas, dll), business assets (toko, warung, dll), serta paper assets (saham, obligasi, reksa dana, dll).
Setiap instrumen investasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada kebutuhan investor dan situasi ekonomi. Berkonsultasilah dengan perencana keuangan dan orang yang telah memahaminya.
Toko Online: Cara Lain Memperoleh Uang
Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang terus meningkat tampaknya membuat peluang bisnis di media digital makin menjanjikan di masa mendatang. Tertarik?
Selain menjadi media pemasaran, belakangan ini internet juga banyak digunakan sebagai media utama dalam menjalankan bisnis. Salah satu yang paling menonjol keberadaannya adalah toko-toko online.
Berikut beberapa tips menjalankan toko online:
1. Persiapkan dengan baik
Seperti bisnis pada umumnya, untuk meraih kesuksesan, toko online juga memerlukan faktor modal usaha, biaya operasional, strategi pemasaran, pembukuan, keuangan, dan lain-lain. Oleh karena itu, persiapkan hal-hal tersebut terlebih dahulu.
2. Pilih jenis media digital
Untuk berdagang secara online ada beberapa cara yang bisa menjadi pilihan, di antaranya membuat situs atau website sendiri, melalui jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter, atau bergabung dengan e-commerce, contohnya e-bay dan Kaskus.
3. Pelajari dan perdalam pengetahuan
Dalam bisnis ini Anda akan berurusan dengan dunia teknologi. Untuk memahaminya, Anda harus mencari informasi dan melakukan konsultasi sebanyak mungkin.
4. Persiapkan barang yang akan dijual
Saatnya Anda mempersiapkan barang atau jasa yang ingin Anda jual! Lengkapi dengan foto-foto yang membuat toko online Anda terlihat lebih menarik. Jangan lupa disertai dengan deskripsi atau detail barang atau jasa Anda agar pembeli dapat mengetahuinya dengan baik.
5. Perbaharui toko Anda secara rutin
Supaya pembeli tertarik untuk kembali ke toko online Anda, usahakan agar kontinuitas produk dan jasa toko Anda berjalan dengan baik. Meski hanya satu dua, tetapi usahakan agar selalu ada produk baru di toko Anda.
6. Rutinlah memeriksa toko Anda
Meski salah satu kelebihan toko online adalah Anda tidak perlu menungguinya seharian, tetapi memeriksanya harus rutin dilakukan. Ini dapat mempercepat Anda mengetahui dan memproses permintaan.
Bebas dari Utang
Untuk sementara waktu Anda perlu mengencangkan ikat pinggang demi lunasnya hutang-hutang Anda.
Di jaman seperti sekarang ini memang sulit rasanya untuk hidup tanpa hutang. Entah kredit mobil, rumah, atau barang elektronik yang dipermudah prosesnya membuat kita seringkali tidak berpikir panjang untuk berhutang. Tentu saja persoalan hutang ini tidak masalah kalau Anda bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji yang bagus, tapi bagaimana jika Anda seorang karyawan yang bergaji pas? Ini 10 langkah praktis untuk terlepas dari hutang yang melilit Anda:
1. Periksa catatan belanja Anda dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Kenapa 12 bulan? Karena waktu satu tahun adalah jangka waktu yang tepat untuk melihat irama pengeluaran dan pemasukan Anda. Periksa semua catatan bank, catatan buku cek, catatan kartu kredit, atau catatan apa saja yang Anda miliki. Bahkan untuk setiap pengeluaran dengan uang tunai. Bawa note kecil untuk beberapa minggu dan tulis semua pengeluaran Anda, termasuk pengeluaran untuk membeli gorengan di pinggir jalan. Anda akan menemukan fakta bahwa pengeluaran yang kecil cenderung ada dalam jumlah banyak. Di langkah awal, Anda harus mampu mengendalikan pengeluaran untuk hal-hal kecil.
2. Jumlahkan semua pengeluaran Anda dalam sebulan dengan mencampurkan semua tagihan yang perlu Anda bayar dalam sebulan dan pengeluaran sehari-hari.
3. Tuliskan semua hutang yang harus Anda bayar. Jangan lupa masukkan juga total sisa cicilan rumah dan kendaraan bermotor. Telepon bank Anda yang bersangkutan jika Anda tidak tahu secara rinci berapa sisa hutang yang Anda punya. Pastikan hal ini tercatat dengan rapih.
4. Buat semua pembayaran kredit seminimal mungkin yang Anda bisa lakukan setiap bulannya.
5. Usahakan pembayaran tagihan Anda setiap bulan tepat waktu dan tidak ada yang tertunggak.
6. Susun semua hutang Anda supaya hutang yang sedikit diatas, dan yang banyak terletak di bawah. Misalnya:
a. Hutang handphone Rp 1.500.000
b. Hutang kartu kredit Rp 10.000.000
c. Hutang mobil Rp 60.000.000
d. Hutang rumah Rp 250.000.000
7. Sekarang buatlah prioritas dengan cara membayar hutang paling sedikit terlebih dahulu. Fokus untuk melunasi hutang yang paling sedikit dulu dan hutang yang agak besar dijadikan prirotas terakhir, seperti kredit mobil dan rumah.
8. Pada langkah ke-4 Anda telah menghitung jumlah total minimal hutang yang perlu Anda bayar setiap bulan. Misalkan saja Rp 5.000.000. Sisihkan uang sebanyak 10% dari jumlah total tersebut diatas, dalam angka diatas jumlahnya yaitu Rp 500.000.
9. Untuk mempunyai tambahan Rp 500.000 setiap bulannya Anda harus ambil uang ini dari pengeluaran sehari-hari. Memang sementara waktu Anda harus ikat pinggang lebih kencang demi hutang-hutang Anda terbayar lunas. Pikirkan semua cara untuk mengumpulkan Rp 500.000 ini. Pertimbangkan apa yang perlu dan tidak perlu dibeli. Misalnya, jika Anda selalu makan di luar, coba kurangi kebiasaan ini. Jika Anda merokok, coba berhenti atau setidaknya kurangi jatah rokok Anda sampai 75%. Jika Anda berusaha keras, pasti Anda temui jalan untuk mendapatkan tambahan Rp 500.000.
10. Gunakan uang tambahan Rp 500.000 ini untuk membayar hutang yang paling kecil dulu. Jika sebelumnya Anda hanya membayar Rp 250.000, sekarnag dengan adanya tambahan Rp 500.000, Anda dapat membayar Rp 750.000. Apabila hutang urutan pertama sudah lunas, gunakan Rp 750.000 yang biasa dibayarkan untuk hutang pertama untuk ditambahkan ke pembayaran hutang kedua. Jadi jika sebelum ini misalnya Anda membayar Rp 500.000 untuk hutang kedua, Anda dapat membayar Rp 1.250.000 (didapat dari Rp 500.00 + Rp 750.000). Ini akan memberikan efek maksimal untuk menyelesaikan hutang-hutang Anda dengan cepat. Teruskan hal ini sampai semua hutang lunas. Ingat, fokus pada tujuan Anda.
Cara diatas ini harus dilakukan dengan disiplin sangat tinggi. Pada saat disiplin Anda mulai kendur, maka akan semakin lama hutang-hutang Anda akan selesai. Ya, kuncinya adalah disiplin.
sumber: Men’s Fitness – Desember 2010
Tingkat Keegoisan Wanita Kerja dan Berpenghasilan Sendiri
Tingkat Keegoisan Wanita Kerja dan Berpenghasilan Sendiri
Wanita kerja dan memiliki penghasilan sendiri di masa sekarang ini sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan bisa dibilang wanita yang tidak memiliki penghasilan sendiri dianggap tidak berguna. Kejam memang, tapi itulah kenyataan.
Coba saja lihat bagaimana masyarakat di sekitar yang men-judge wanita kerja dan berpenghasilan sendiri sebagai wanita yang hebat dan luar biasa. Derajat para wanita kerja akan langsung terangkat begitu masyarakat tahu tentang identitas mereka yang sebenarnya yang notabene bekerja dan berpenghasilan sendiri.
Banyaknya wanita kerja dan berpenghasilan sendiri secara ekonomi akan meningkatkan daya beli masyarakat lebih khususnya keluarga. Secara teoretis tingkat kesejahteraan keluarga juga akan meningkat bila seorang suami memiliki istri yang bekerja dan berpenghasilan. Ibarat sebuah mobil yang memiliki dua gas yang tentunya akan lebih cepat sampai ke tempat tujuan dibandingkan dengan mobil yang hanya memiliki satu gas.
Namun demikian, tak sadarkah kita bahwa dengan semakin banyaknya wanita kerja dan berpenghasilan sendiri, tingkat perceraian juga semakin meningkat. Disadari atau tidak, salah satu faktor pemicu perceraian memang karena faktor wanita kerja setelah menikah. Disinyalir, wanita yang memiliki penghasilan sendiri memiliki tingkat egoisme yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak berpenghasilan. Walau pendapat ini tak sepenuhnya benar, namun pada umumnya memang seperti itu.
Wanita kerja dan berpenghasilan sendiri disebut juga wanita mandiri yang bisa mencukupi kebutuhan diri mereka sendiri tanpa harus bergantung pada lelaki atau suami mereka. Kondisi itulah yang membuat mereka kadang terlena dan melupakan kodrat mereka sebagai wanita. Akibatnya mereka menjadi lebih keras kepala dan sulit untuk mengalah sekalipun itu mengalah untuk menang.
Apakah menjadi wanita kerja dan berpenghasilan sendiri itu salah?
Tentu saja jawabannya tidak, karena walau bagaimanapun wanita baik yang sudah menikah maupun yang belum, membutuhkan ruang untuk mengeksplorasi kemampuan mereka melalui sebuah karya. Dan “penghasilan” yang mereka dapatkan adalah salah satu representasi dari usaha mereka tersebut.
Yang harus diingat oleh semua wanita kerja dan berpenghasilan terutama adalah bahwa biar bagaimanapun mereka tidak boleh lupa akan kodrat mereka sebagai wanita, terutama bila sudah menikah. Di luar mereka mungkin memiliki kehidupan sendiri dengan segala macam kebanggaan yang dimiliki, namun ketika mereka berhadapan dengan yang namanya pemimpin keluarga atau suami, mereka adalah partner dan bukan lagi sebagai pemimpin yang berhak sewenang-wenang dan egois.
Bila hal tersebut disadari oleh semua wanita kerja yang berpenghasilan sendiri, tentu kejadian yang tidak diinginkan dalam rumah tangga bisa dihindari.
Tapi banyak Wanita yang bekerja dan berpenghasilan sendiri (mandiri) serta berkeluarga, mereka bekerja dari rumah sambil melaksanakan kodrat mereka sebagai Wanita, mengurus keluarga, suami dan orang tua juga. Nggak percaya? Coba deh baca profil-profil wanita sukses disini
Salam
Nonik/SG
Ide Bisnis untuk Ibu Kerja dari Rumah
Masa kanak-kanak merupakan masa emas dimana seluruh karakter, kepandaian dan skill anak tumbuh secara maksimal. Dengan rangsangan serta pengawasan yang tepat, anak dapat mencapai hasil terbaiknya di masa-masa tersebut. Untuk itu dibutuhkan orang tua, dalam hal ini terutama ibu untuk mengikuti tumbuh kembang anaknya. Jika ibu kerja dari rumah, maka beliau akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengawasi perkembangan anaknya. Tetapi jika ibu harus bekerja di kantor, maka beliau akan kehilangan momen-momen indah tersebut yang tidak akan bisa ditebus dengan apapun.
Itulah sebabnya akhir-akhir ini marak sekali ibu kerja dari rumah dengan memanfaatkan baik keahlian maupun sarana dan prasarana yang mereka miliki di rumah.
Beberapa ibu kerja dari rumah memulai usahanya dengan sebuah bisnis kecil-kecilan untuk agar selain bisa membantu menambah penghasilan keluarga, ibu kerja dari rumah juga dapat mengawasi putra putri mereka.
Ide bisnis untuk ibu kerja dari rumah bisa sangat beragam, tergantung dari berbagai hal seperti keahlian, lokasi tempat tinggal, kemampuan finansial, adanya mitra kerja atau tidak, dan lain sebagainya. Berikut beberapa ide bisnis untuk ibu kerja dari rumah yang bisa Anda pertimbangkan:
- Menjadi Penulis Lepas
Jika ibu kerja dari rumah memiliki kemampuan dan suka menulis, maka dapat bergabung ke salah satu penyedia jasa penulisan artikel atau bahkan menulis buku atau novel. Pekrejaan ini dapat dengan mudah dilakukan oleh ibu kerja dari rumah. Ia hanya perlu sebuah pengaturan waktu yang baik.
- Membuka Kursus
Ini diperuntukkan bagi ibu kerja dari rumah yang memiliki keahlian khusus di bidang tertentu seperti bahasa Inggris, matematika, Fisika, dan lain-lain serta memiliki kemampuan mengajar yang baik. Seorang ibu kerja dari rumah bisa memanfaatkan garasi maupun ruang kosong di rumahnya untuk memulai bisnis ini.
- Membuka Toko Online
Seorang ibu kerja dari rumah yang memiliki sedikit pengetahuan mengenai dunia internet marketing dan memiliki kenalan supplier barang tertentu, bisa memanfaatkannya untuk membuka toko online. Seorang ibu kerja dari rumah, tidak perlu menyiapkan tempat, ia hanya perlu seperangkat komputer dan koneksi internet untuk mempromosikan produk jualannya.
- Bergabung dengan MLM
Sepertinya hal ini merupakan hal termudah yang bisa dilakukan oleh seorang ibu kerja dari rumah. Ia tetap harus mempromosikan dagangannya dengan berbagai cara dan metode untuk hasil terbaik.
Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga
Hari ini untuk mengusir kantuk dan jenuh saya membaca KARTINI No.2281 dan tidak sengaja menemukan artikel “Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga”. Bagi yang tidak sempat membaca majalah tersebut, monggo saya share untuk bisa dibaca bersama
Rencana keuangan adalah sebuah strategi yang bila dijalankan dapat membantu Anda mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa depan. Karenanya rencana keuangan yang baik penting dilakukan agar dapat membimbing Anda mengelola keuangan di masa sejahtera untuk menghadapi atau mengantisipasi masa sulit yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam membuat perencanaan keuangan adalah mengamati kondisi keuangan Anda sekarang. Kemudian pikirkan apa yang menjadi keinginan Anda dan keluarga di masa mendatang. Apakah Anda ingin memiliki rumah atau mobil sendiri? Ataukah kelak ingin menyekolahkan anak ke luar negeri dan menikmati masa pensiun dengan tenang tanpa bekerja? Dan masih banyak lagi keinginan lainnya. Agar semua keinginan tersebut bisa terwujud Anda perlu menyusun perencanaan keuangan secara matang sejak sekarang.
1. Tagihan Bulanan
Kumpulkan semua tagihan bulanan Anda seperti tagihan telepon, biaya sekolah, asuransi dan sebagainya. Hitung berapa besar rata-rata uang yang harus dikeluarkan untuk keperluan tersebut. Dari situ Anda dapat mengatur kira-kira mana yang bisa ditekan atau dikurangi pengeluarannya.
2. Belanja Bulanan
Kumpulkan semua pengeluaran bulanan Anda seperti membeli kebutuhan sehari-hari, membeli pakaian, makan bersama keluarga di restoran dan lain-lain. Hitung berapa besar rata-rata uang yang harus dikeluarkan untuk keperluan tersebut setiap bulannya. Anda bisa menilai sendiri apakah dana utnuk belanja bulanan tersebut sudah dikelola seefisien dan sebijak mungkin.
3. Evaluasi
Lakukan evaluasi pengeluaran Anda yang amat bermanfaat untuk mencari peluang untuk menghemat uang dan mengurangi pos belanja yang tidak perlu.
4. Penyusunan Rencana Anggaran
Buatlah perencanaan anggaran setiap bulannya secara matang, efisien dan sesuai kebutuhan. Berusahalah untuk selalu mematuhi apa yang sudah direncanakan, dan mulailah mengalokasikan dana seperti tabungan, sertifikat deposito dan asuransi pensiun.
Menyusun perencanaan anggaran merupakan pengumpulan semua ekspektasi pemasukan setiap bulannya. Surplus maupun defisit setiap bulan dapat Anda lihat dari perhitungan ekspektasi pendapatan setiap bulan dan pengeluaran yang harus dikeluarkan. Bila terjadi defisit atau kejadian tak terduga dalam bulan berjalan, Anda dapat menutupinya dengan dana yang tersedia di pos ini.
5. Evaluasi Realisasi Anggaran
Keseimbangan antara pendapatan (penghasilan) dan pengeluaran harus selalu dijaga. Karenanya evaluasi dari realisasi anggaran harus selalu dilakukan untuk mengetahui apakah perencanaan keuangan Anda sudah berjalan dengan baik ataukah masih ada kekurangan. Jangan lupa untuk selalu melakukan penyempurnaan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Dengan menerapkan lima langkah tersebut setiap bulannya Anda akan dapat mengelola dan mengontrol penggunaan keuangan keluarga dengan efisien dan bijak. Selamat mencoba.
Bila Tak Ada Modal
Ingin membuka usaha tapi modal tak memadai? Jangan khawatir. Anda bisa, kok, mengajak kerjasama dengan pebisnis lain yang sudah lebih dulu sukses. Menjadi reseller atau agen juga bisa jadi alternatif.
Reseller adalah tangan ketiga atau perpanjangan tangan dari agen atau distributor. Modal utamanya hanyalah kejujuran, keuletan dan disiplin kerja. Reseller-lah yang akan langsung berhadapan dengan konsumen produk barang atau jasa yang dijual.
Sementara bila menjadi agen atau distributor dari suatu produk barang atau jasa, biasanya hanya ada satu disetiap daerah. Sehingga keuntungan yang didapat pun akan lebih besar.
Keuntungan Reseller
• Memperoleh potongan harga atau kompensasi lain. Hal ini tergantung dari penawaran produsen atau berdasarkan kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak sebelum memulai kerjasama.
• Sangat memungkinkan dilakukan oleh mereka yang memiliki modal usaha terbatas maupun tanpa modal usaha sama sekali.
• Biasanya, produk barang atau jasa yang menawarkan kerjasama ini memiliki produk barang atau jasa yang sudah dikenal masyarakat. Dengan begitu, lebih mudah memasarkan produk barang atau jasa tersebut.
• Tidak ada ikatan resmi atau target penjualan yang perlu dicapai, sehingga waktu dan tempat kerja sangat fleksibel. Karenanya, memungkinkan Anda untuk bisa menjadi reseller dari beberapa produk atau jasa lain yang tak sejenis sekaligus.
Keuntungan Agen
• Keuntungan yang diperoleh relatif besar karena yang namanya agen dan distributor barang atau jasa hanya ada di satu daerah. Namun harus diingat, biasanya Anda tidak diizinkan untuk menjual produk sejenis. Apalagi milik kompetitor harena menyangkut imej produk/brand perusahaan.
• Modal yang dikeluarkan akan cukup besar, mengingat keberadaan agan yang hanya ada satu di satu wilayah tertentu.
• Jaminan keuntungan akan lebih pasti. Terlebih jika produk barang atau jasa tersebut sudah dikenal masyarakat.
• Tidak perlu memiliki karyawan karena tinggal mencari reseller untuk memasarkan produk secara langsung.
• Tidak perlu menggaji reseller, mengingat pendapatan reseller didapat dari sistem komisi atau selisih keuntungan penjualan.
• Memiliki waktu yang lebih fleksibel karena tidak harus terus menerus memantau jalannya usaha.
• Tidak ada ikatan resmi dengan produsen barang atau jasa yang dijual. Maka Anda bisa menjadi agen atau distributor dari beberapa produk atau jasa lain, asalkan tidak sejenis.
sumber: NOVA 1183/XXIII
Plus-Minus Usaha Rumahan
Usaha rumahan sedang menjadi tren. Lihat saja, berapa banyak teman yang saat ini mulai merintis usaha rumahan. Atau malah Anda sendiri sudah memilikinya? Jika belum punya, ada baiknya menyimak dulu plus-minusnya punya usaha rumahan:
1. Perlu tenaga ekstra untuk memperkenalkan dan memasarkan produk barang atau jasa Anda. Juga butuh kesabaran tinggi untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.
2. Menumbuhkan kreativitas dan semangat kompetitif karena harus bersaing dengan usaha sejenis yang sudah ada terlebih dahulu di pasar.
3. Memiliki kepuasan tersendiri, meski terkadang usaha yang dipilih tidak berjalan sesuai rencana. Sebab, usaha rumahan tak selalu mendatangkan untung secara finansial tapi juga memberikan wadah sebagai ajang aktualisasi diri.
4. Memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga karena dapat dijalankan di tempat dengan waktu yang sangat fleksibel. Terlebih jika cara penjualannya memanfaatkan internet seperti blog atau situs jejaring sosial.
5. Menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain.
6. Menambah pemasukan keluarga. Bila usaha ini sukses, tidak menutup kemungkinan suatu saat usaha Anda bisa menjadi sumber pemasukan utama.
sumber: NOVA 1183/XXIII
8 Langkah Awal Usaha
1. Berhenti berpikir, suatu saat akan datang seseorang dengan ‘sendok emas’ berisi ide. Ide, datang dari diri sendiri. Jadi, temukanlah ide akan berwirausaha apa, siapa calon konsumennya, dan bagaimana menjalankan usaha itu.
2. Setelah bertemu apa yang akan dijual, barulah tawarkan dengan berbagai cara dan media. Saat ini, yang sedang tren melalui media online atau jejaring sosial.
3. Jangan ragu belajar! Setiap kali memulai usaha, segala rintangan akan datang. Belajarlah dari diri sendiri, orang lain, atau buku.
4. Siapkan mental baja. Apabila usaha yang dirintis terpaksa jatuh, sehingga bisa berdiri dan mencobanya kembali. Kecewa wajar, tapi jangan putus asa.
5. Tak ada salahnya membuat beberapa usaha sekaligus. Pada akhirnya pasti akan ada (minimal) satu yang berhasil. Namun bila gagal, harus tetap ingat, wirausaha bukanlah profesi, melainkan cara pandang. Dengan terus mengingat hal itu, tak akan ada lagi rasa maku bila usaha yang dirintis gagal.
6. Setiap orang pasti akan memiliki jawaban berbeda ketika bicara soal modal usaha. Yang perlu diperhatikan: seberapa banyak uang yang akan hilang dalam menjalankan usaha itu.
7. Bila usahanya berskala rumah tangga, akan lebih baik jika dibuat perencanaan keuangan sejak dini. Aturan pertama, pisahkan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi atau rumah tangga. Jangan anggap remeh akuntansi atau pembukuan. Dari situ bisa terlihat usaha ini untung atau merugi. Sehingga ketika usaha semakin besar, transisinya tak akan terlalu berat.
8. Jangan memandang rendah karyawan. Jika semua jadi enterpreneur, siapa yang akan jadi karyawan? Belum tentu mereka yang punya usaha akan berpenghasilan lebih besar dari karyawan lho!
sumber: NOVA 1183/XXIII
Atur Uang Anda
Berikut adalah tip-tip untuk merencanakan aliran uang Anda agar tetap dalam jalur yang diinginkan. Hasilnya? Anda bisa hidup “mewah” tanpa susah.
1. Selalu berpikir jauh ke depan
Buatlah daftar pengeluaran cukup besar yang harus Anda penuhi di masa depan. Misal, pernikahan, hari kelahiran anak, liburan, atau kuliah lagi. Anda bisa merencanakan suatu prosedur tabungan khusus untuk hal ini, seperti menyiapkan tabungan di bank yang ditarik secara otomatis dari tabungan yang selalu dimasukkan gaji per bulannya.
2. Buat perencanaan keuangan khusus untuk bulan dan tahun ke depan
Sementara buat perhitungan pemasukan dan pengeluaran rata-rata per bulan Anda. Juga lihat pos-pos keuangan yang bisa Anda kurangi pengeluarannya. Misalnya, buatlah batasan jika tagihan telepon Anda membengkak, dan kurangi intensitas menelepon. Atau, jika Anda memiliki kecenderungan membeli setidaknya 1 baju atau 1 pasang sepatu tiap bulan, buat album koleksi pakaian dan sepatu Anda untuk memastikan dan meyakinkan diri bahwa Anda memiliki cukup pakaian yang bisa dipadupadankan tanpa perlu membeli terus menerus.
3. Simpan bon dan kuitansi yang Anda terima
Baik itu pembayaran pulsa telepon di ATM atau ongkos makan siang, lalu simpan dan hitung lagi pengeluaran Anda per harinya. Lalu bayangkan, apakah semua pengeluaran Anda itu cukup berarti? Atau masih bisa ditekan lagi? Mungkin Anda bisa mencari alternatif dari masing-masing pengeluaran tersebut. Potongan kecil tapi sering bisa menjadi amat berarti jika dihitung per tahun.
4. Hindari godaan !
Ingat: Hanya karena di mal sedang ada diskon besar-besaran, tak berarti Anda perlu ikut-ikutan shopping. Pikirkan masak-masak, apakah Anda akan benar-benar memerlukan barang yang akan Anda beli tersebut? Apakah sangat krusial? Apakah akan Anda gunakan?
Menabunglah, tapi jangan lupa untuk memberikan “hadiah” pada diri Anda ketika tujuan Anda sudah terpenuhi. Buat target nilai tabungan Anda, lalu berikan hadiah jika sudah mencapai target tersebut.
5. Simpan dan catat segala hal yang berkaitan dengan keuangan Anda
Jika bank mengirimkan catatan keuangan Anda, simpan. Jangan dibuang, apalagi jika tercantum nama lengkap dan data diri yang lain. Hal ini sekaligus untuk menghindari penipuan ataupun pencurian identitas.
6. Bahkan berlibur pun akan butuh biaya
Maka, tak ada salahnya untuk mulai menabung, ketimbang meminjam uang yang Anda tak tahu kapan bisa membayarnya kembali.

Recent Comments